Home / Banjir Bandang Terjang Kota Padang Fadly Amran Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Berita
Banjir Bandang Terjang Kota Padang Fadly Amran Pastikan Keselamatan Warga Jadi Prioritas
26 Nov 2025
16577 x dilihat
KOTA PADANG – Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin, 24 November 2025, hingga saat ini menyebabkan sejumlah bencana alam di berbagai wilayah. Berdasarkan data hasil kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, tercatat terjadi pohon tumbang di 13 lokasi, tanah longsor di 6 lokasi, banjir di 18 lokasi, serta banjir bandang di 1 lokasi yang tersebar pada 11 kecamatan.
BPBD Kota Padang merinci bahwa bencana yang terjadi menimbulkan kerusakan pada berbagai sektor, yakni:
- Rumah rusak berat sebanyak 2 unit,
rumah rusak sedang 61 unit,
rumah rusak ringan 17 unit.
- 1 unit mushalla mengalami kerusakan berat.
-;2 petak sawah rusak berat akibat terendam dan terbawa arus.
- Jalan putus sepanjang 60 meter yang berdampak pada akses transportasi warga.
- Kerusakan 8 intake PDAM, sehingga berdampak pada layanan air bersih.
- Sebanyak 100.000 pelanggan PDAM tidak mendapat suplai air bersih akibat tersumbatnya seluruh intake PDAM.
- Total masyarakat terdampak mencapai 27.138 jiwa atau 10.811 KK.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Penetapan ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025, untuk memastikan seluruh proses evakuasi, penanganan darurat, serta pemulihan akses masyarakat dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Wali Kota Padang Fadly Amran: “Banjir Bandang Ini Tidak Biasa, Semua Pihak Harus Tetap Waspada”
Wali Kota Padang, Fadly Amran, memberikan pernyataan khusus terkait banjir bandang yang terjadi di salah satu wilayah Kota Padang. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan fenomena yang harus diwaspadai karena membawa material lumpur, kayu, dan batu dengan arus deras yang mengancam keselamatan warga.
“Banjir bandang ini bukan kejadian biasa. Intensitas hujan ekstrem membuat debit air meningkat sangat cepat. Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat, dan seluruh tim sudah kami gerakkan ke lapangan,” ujar Fadly Amran saat memantau langsung proses evakuasi.
Wali Kota juga meminta warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah rawan longsor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah atau peningkatan tinggi muka air sungai. Pemerintah Kota Padang bersama BPBD dan seluruh unsur terkait terus bekerja maksimal sampai situasi kembali aman,” tambahnya.
Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Damkar, Satpol PP, organisasi relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, perbaikan akses jalan, serta penanganan kebutuhan dasar warga terdampak.
Pemerintah Kota Padang memastikan penyaluran logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dan kebutuhan mendesak lainnya berjalan dengan lancar selama masa tanggap darurat.
Populer
BPBD Kota Padang
Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Padang
Jl. Bagindo Aziz Chan, By Pass km 13, Aia Pacah Padang
(0751) 4643889
bpbd.padang@gmail.com